Senin, 30 Juli 2018

Estafet Tasik Surabaya dengan kereta ekonomi

Naik kereta api tut tut tut.. ada yang tahu lagunya ?
ini pengalaman aku waktu menuju surabaya, jika kita ingin melakukan perjalanan dari bandung ke surabaya dengan murah dan cepat ya naik kereta, tapi bagaimana jika tak dapat tiket langsung ? coba lakukan naik turun beberapa kereta. sebagai info kereta bandung surabaya selalu penuh saat high season, jangankan ekonomi yang murah meriah yang eksekutifpun selalu penuh.

karena sekarang saya bekerja di Tasikmalaya, maka pada perjalanan kali ini saya mengawali perjalanan dari stasiun ciamis. tujuan saya adalah Surabaya, sayang sekali tiket kereta pasundan sudah terjual habis, yang ada Mutiara selatan, turangga dan argo wilis, saya memilih naik kereta Kahuripan, renacana saya akan turun di stasiun  kertosono, perjalanan kali ini berangkat pkl 21:31 dari stasiun ciamis, saya duduk di gerbong 6, nampaknya semua kursi terisi penuh, saat perjalanan saya memilih tidur, karena naik kereta malam hari itu tak banyak yang bisa dilihat, walaupun tidur sambil duduk di kereta itu tidak begitu pulas karena sesekali terbangun saat badan miring ke penumpang di sebelah, hehe malu juga, oh iya waktu itu saya duduk berdekatan dengan penumpang sekeluarga, sempat ngobrol tetntang apa tujuan prerjalanan ini dan akan turun dimana, hehe biasa pertanyaan yang lumprah saat bertemu orang di perjalanan, ternyata mereka keluarga yang sedang mudik, mereka akan turun di stasiun akhir yaiutu Blitar.

Saat kereta api tiba di stasiun lempuyangan banyak sekali penumpang yang turun, wah jogja memang selalu ramai pikirku. karena waktu itu bulan ramadhan maka semua penumpang mendapatkan makan sahur sekitar pkl 3 pagi, menunya standar aja nasi + telur dan sayuran, juga tak lupa kerupuk, PT KAI memang mengerti selera  urang sunda tentang kerupuk, mungkin karena kereta api ini rutenya dari kota Periangan, saat pembagian makan sahur gratis terdengar pengumuman bawaha jika kita memnginginkan menu lain untuk sahur, kita bisa memesan di restoran kereta, stelah selesai makan sahur kereta memasuki stasiun Purwosari, bagi kamu yang akan ke solo naik kereta ini maka pemberhentiannya di purwosari, melihat jam masih ada waktu buat merokok sayapun turun sebentar dan berlomba merokok bersama penumpang lainnya, inilah tadisi saat naik kereta ekonomi yang tentu saja jarang ditemui saat naik kereta pada kelas yang lebih tinggi yang penumpangnya lebih banyak memilih duduk di kursi masing-masing, kereta berhenti sekitar 5 menit, pengumuan imsak juga diberitahukan melalui pengeras suara, waktu itu saat kereta akan memasuki stasiun Sragen. setelah itu kantukpun datang, kursi sudah banyak yang kosong sayapun permisi kepada keluarga di dekat saya untuk pindah ke kursi lain yang kosong supaya bisa tidur lebih nyenyak, waktu cepat berlalau saat dibawa tidur, sekitar pukul 7 pagi saya dibangunkan oleh penumpang dari keluarga tersebut, rupanya kereta sebentar lagi akan tiba di stasiun nganjuk, saya pun berterimakasih kepada beliau karena telah memberi perhatian supaya saya tidak kebablasan ke stasiun berikutnya, masih ada waktu sekitar setengah jam untuk mencuci mika atau aktifitas pagi lainya, saya mencari kamar kecil dari gerbong 6 hingga gerbong depan ternyata antrianya banyak juga saat pagi hari. persiaapan turun dari kereta periksa barang bawaan supaya tidak ada yang tertinggal, beberapa saat kemudian terdengar pengumuman bahwa sebentar lagi kereta akan tiba di stasiun kertosono, saya pun berpamitan kepada keluarga yang ada di dekat saya,  sesampainya di Kertosono saya berjalan bersama penumpang lainya, santai saja pikirku kereta lanjutannya akan berngkat satu jam kemudian, cukup ramai stasiun nganjuk di pagi hari, tiba di pintu keluar banyak yang menawarkan jasa ojeg, ojeg mas, sapa mereka, mau kemana? saya jawab tidak  terimakasih , saya mau ke surabaya, naik dhoho ya mas balasan orang itu, iya saya jawab sambil senyum, saya berjalan ke arah loket penjualan tiket, penumpang kereta lokal terpisah loketnya dengan penumpang kereta jarak jauh, bagi kamu yang ingin lebih awal tiba di surabaya bisa naik ka turangga, ongkosnya sekitar 70 ribu dari stasiun kertosono, saya melilih membeli tiket ka Dhoho tujuan surabaya, karena  ini adalah perjalanan santai, jadi cari yang muraha aja, jika dihitung-hitung harganya masih wajar Ka kahuripan Rp. 84000,- + dhoho 10000,- waktu jeda antara kedua kereta ini sekitar 1 jam, itu merupakan waktu yang ideal untuk transit dari ka kahuripan ke ka dhoho.

sambil menunggu kereta lanjutan saya ngobrol dengan rombongan remaja, mereka juga akan pergi ke surabaya, akan berbelanja karena sedang ada diskon di salah satu pusat perbelanjaan di surabaya, mereka tanya bagaimana cara naik kereta ? kerena ini adalah pengalaman pertama bagi mereka naik kertea api, saya jawab aja nanti juga akan dipanggil penumpang tujuan surabaya, saya pun coba ngobrol dengan rejmaja itu, saya bilang nanti saya kasih tahu kalu udah ada pengumuman soalnya kita akan naik kereta yang sama, tak lama kemudian panggilan bording (keren juga yah istilahnya kaya naik pesawat) kepada para penumpang tujuan surabaya, antriannya panjang sekali, tak lupa petugas mengingatkan bahwa untuk tetap tertib kerena waktu pemberangkatan masih cukup lama, butuh waktu sepuluh menit antrian boarding, petugaspun memastikan kembali bahwa yang bording saat ini adalah penumpang tujuan surabaya, penumpang tujuan blitar belum diperbolehkan, saat tiba di gerbong kereta dhoho saya duduk di kursi paling depan, banyak yang bingung dengan nomer kursi, untung saja kereta masih punya banyak waktu , entah apa yang terjadi waktu itu rasanya lama sekali menunggu pemberangkatan, padahal perpindahan lokomotif biasanya tak sampai setengah jam, saya santai saja, karena tiba di surabaya nanti juga belum bisa check-in ke hotel, setelah menunggu cukup lama keretapun diberangkatkan dari stasiun kertosono tujuan akhir stasiun surabaya pasar turi, kereta ini  berhenti di hampir semua stasiun,  waktu tempuh yang tertera pada tiket, kurang dari tiga jam,. sesampainya di surabaya gubeng saya turun bersama penumpang lainya, ada juga penumpang yang melanjutkan ke stasiun pasar turi, begitu keluar dari stasiun banyak yang menawarkan angkutan, ojeg mas, taksi pak. sayapun terus berjalan ke arah selatan, cukup ramai suasana di stasiun gubeng waktu itu ditambah lagi karena musim mudik lebaran. banyak juga terlihat ojek online, wah sekarang suasananya cukup berbeda disini ketimbang tiga atau empat tahun lalu saat saya tiba di Gubeng, jalan rayanyapun sangat ramai  saya pun berjalan kaki ke arah jalan sumatra menuju hotel yang telah sya pesan online beberapa hari yang lalu.

Itulah pengalaman aku estafet naik ka ekonomi. ke Surabaya, jika kita tahu jadwal lokal kita bisa dapat ongkos yang murah.

Senin, 30 April 2018

Jalan lain menuju Singapura

Saat kita ingin pergi ke Singapura cara yang paling mudah adalah terbang menuju Bandara Changi, banayak bandara Di Indonesia yang menyediakan rute langsung menuju Singapura dan dilayani oleh banyak maskapai, yang paling umum adalah dari jakarta.

Bandara Husein Sastra Negara
AIRASIA BDO-JHB
disini aku ingin berbagi pengalaman pergi ke Singapura pada th 2016 yang lalu, saat dapat tiket promo airasia bandung - johor bahru seharga 200rb saya berniat mampir ke singapura, Karena Johor dan SG itu berdekatan. mendarat di Bandara Senai internasional airport saya mencari bus untuk menuju JB sentral, tiket seharga RM8 dapat dibeli dekat pintu keluar atau saat mau berangkat diatas bus, perjalanan menuju JB central memakan waktu sekitar satu jam melalui lebuh raya (jalan TOL), sampailah aku di JB CIQ, bagi kamu yang ingin melanjutkan ke singapura berjalanlah ke lantai atas dan ikuti papan petunjuk untuk melewati imigrasi JB central nanti tersedia bus tujuan terminal Queen street singapura, saya memilih untuk tinggal dulu di Johor karena penginapan disni lebih murah daripada di singapura, tentu saja karena perbedaan nilai tukar uang negara masing-masing. 
Johor Bahru
Turun dari bas saya bingung mau kemana karena hotel yang saya pesan berada di daerah kampung Mahmoodiah, akhirnya saya memilih taxi untuk menuju Kampung Mahmoodiah, hanya 5 menit saya naik taxi dg ongkos RM6, sebenarnya 6 sekian puluh sen, tapi supirnya hanya meminta RM 6 Saja, saya tidak turun di depan penginapan karena supir taxinyapun tak tahu persis lokasi penginapan yag saya maksud, jadi daripada muter-muter nambahin argo mending saya turun di depan Kampung Mahmoodiah, kedai adalah tempat yang pertama saya kunjungi pesan teh tarik sama kue kue manis di kedai itu. sambil nanya alamat homestay yg dimaksud, tak banyak yang tahu tentang homestay ini, karena namanya sudah berubah.dulu namanya jhoni homestay, kini namanya memory guest house JB.

penginapan murah di Johor Bahru

setelah saya muter-muter saya menemukan beberapa orang yang sedang berjualan, sayapun menanyakan alamat yang tertulis pada voucher hotel, beruntungya orang tersebut tahu lokasi yang tertulis pada voucher hotel yang saya bawa, sayapun bergegas menuju tempat homestay itu berada, ternyata kalau rutenya benar jarak homestay ini berada tidak jauh dari jalan raya...
sekarang saatnya untuk istirahat persiapan buat besok jalan-jalan di Johor bahru hinga menyebrang ke Singapura.

jadi mudahkan untuk menuju SG walaupun tak dapat tiket promo yang langsung ke Changi, tips dari saya jikan ingin pulang ke indonesia dari singapura dengan harga murah maka bisa terbang melalui bandara Johor (senai airport) maupun KL (KLIA) karena kedua bandara tersebut pajaknya tidak semahal bandara Changi, sehingga harga tiketpun bisa dijual seharga kurang dari 200rb.

Minggu, 25 Februari 2018

travelling ASIA TENGGARA: menginap di terminal satellite KLIA

travelling ASIA TENGGARA: menginap di terminal satellite KLIA: Menginap di Bandara ? boleh, pasti boleh dong, ini pengalaman aku pas jalan-jalan di ASEAN alias asia tenggara, jadi waktu itu ceritanya d...

Selasa, 16 Januari 2018

menginap di terminal satellite KLIA

Menginap di Bandara ? boleh, pasti boleh dong, ini pengalaman aku pas jalan-jalan di ASEAN alias asia tenggara, jadi waktu itu ceritanya dapat tiket promo dari maskapai full service KLM ( Koninklijke Luchtvaart Maatschappij) maskapai nasional Belanda. sebagai gambaran rute pesawat ini adalah Amsterdam-KL-Jakarta PP, jadi bagi kita yang mau naik maskapai asing ke malaysia bisa naik maskapai ini, harganya juga di bawah MH maupun GA.

lanjutdeh ke cerita nginapnya...
boarding pass beserta paspor

begitu mendarat di Terminal satellite KLIA saya tidak langsung keluar imigrasi karena waktu sudah malam, sekitar pkul sepuluh malam, kebetulan waktu itu tidak membawa bagasi, hanya tas ransel saja, kalu dihitung-hitung perkiraan sampai di hotel akan lewat pkul 12 malam, jadi saya putuskan untuk menginap saja di terminal satelite, di sini banyak tersedia tempat belanhja, minimarket, mushola sampai tempat khusus merokok, setelah keliling sebentar di sekitaran terminal satelite saya mencari tempat yg cocok buat istirahat, saya coba pergi ke lantai yang lebih atas dari lantai kedatangan, entah itu lantai berapa, yang pasti posisinya itu di depan lounge Singapore airlines,disini tersedia kursi empuk lengkap dengan bantalnya, suasana disini cukup sepi hanya terlihat satu atau dua penumpang saja yang sedang istirhat, saya perhatikan beberapa penumpang lain tidak berlama-lama apalagi sampai ada yang menginap, jadinya saya menginap sendirian di tempat ini, tersedia TV layar datar dengan ukuran yg besar, wifi disini kurang begitu bagus, susah konek, kalaupun konek sering putus lagi, juga tidak bisa mengakses semua situs, waktu itu saya coba buka instagram, tapi sering eror. mending saya tidur saja buat persiapan besok karena perjalanan mesti saya lanjutkan esok paginya ke kota lain dengan maskapai dan terminal yang berbeda pastinya, sebelum tidur saya sempat lihat penumpang lain yang juga akan tidur , wah ternyata ada teman juga pikirku waktu itu.
Sekitar pukul  4 pagi saya terbangun, dan penumpang yang semalam disebrang sayapun sudah tak ada, kalau begini sayapun harus bergegas  keluar terminal, setelah cuci muka saya berjalan entah ke blok mana, bingung juga karena waktu pertamakalinya mendarat di KLIA, mau nanya penumpang lain juga belum ada jadilah saya coba perhatikan beberapa petunjuk sambil mengingat lorong  semalam  saya lalui untuk sampai ke tempat tidur itu, dan ternyata untuk sampai ke imigrasi kita harus naik ke kereta alias sky train menuju main terminal.
setelah sampai di meja imigrasi ternyata tak ada antrian yang berarti haya beberapa penumpang saja yang sedang clear imigrasi, petugaspun sempat bertanaya kepada saya dengan bahasa melayu, naik maskapai apa ? saya bilang saja KLM sambil memberikan boardingpass,  mungkin petugasnya heran ada penumpang yang mendarat pas bukan jadwal kitabaan yang begitu ramai, tanpa bertele tele saya langsung mendapat stampel di paspor dan sayapun langsung melewati bagian imigrasi kemudian berjalan ke lantia paling bawah. 

tas ransel yang saya bawa ke kabin sudah diberi tag KLM
sebagai  info jadwal kitubaan atau arrival di KLIA pada jam tersebut adalah rute rute dari timur tengah maupun asia utara dan rute jauh lainnya dengan maskapai asal dari kota/negara yang bersangkutan.

Jumat, 15 Juli 2016

Sulitnya mencari penginapan murah di Bandar Seri Begawan

Siapa pernah Ke Brunei ? aku juga pernah, Setelah mendarat di Lapang Terbang antar bangsa (bandara internasional ) Bandar Seri Begawan, saya berjalan ke bagian imigrasi, bandaranya tidak terlalu besar dan tidak seramai bandara yang ada di indonesia, hanya butuh lima menit jalan kaki dari pintu pesawat ke meja imigrasi, saya antri clear imigrasi sambil mengisi kartu kedatangan, , ada beberapa pertanyaan standard oleh petugas imigrasi sperti :


pera rute angkutan umum keitaran BSB
  1. apa tujuan amda datang ke Brunei ?
  2. berapa lamakah kamu  tinggal di Brunei ?
  3. dimanakah kamu tinggal selama di Brunei ?
  4. berapakah uang yang kamu bawa untuk biaya selama di Brunei ? dan sayapun menjawab dengan jujur, kecuali no 4 hehe
  • liburan
  • dua hari
  • pusat belia
  • BND 120 ( padahal aslinya cuma bawa B50)

serius sekali petugas di sini, kalau pun ada bagian kartu yang masih kosong harus kita isikan sendiri, hal ini berbeda sekali saat masuk negara sendiri Indonesia ataupun saat masuk singapura, kalaupun ada yang kurang lengkap petugas akan membatu mengisikan bagian yang kosong atau membetulkan penempatan yang salah, paling simpel masuk malaysia tak perlu kartu kedatangan, hanya ditanya tujuan saja..
sepinya sekitaran airport BSB


yups ternyata bisa juga saya masuk negara brunei, pada paspor tertera 14 days sosial visit only, kita warga Indonesia bisa libura ke brunei tanpa visa selama dua pekan.

keluar dari bandara saya sempat kaget, dimanakah ini? tak seperti bandara pada umumnya apalagi bandara Di Indonesia yang ramainya seperti pasar. hanya deretan mobil mewah yang banyak terlihat di parkiran, tak terlihat angkutan umum di sekitar bandara, jadi saya berjalan ke luar bandara bingung juga mau nanya tapi tak ada orang di sini.
setelah menunggu beberapa lama saya berjalan ke arah jalan raya sempat juga berteduh di bawah jembatan layang, kemudian saya melihat ada sejenis minibus yang masuk ke area bandara, tak lama kemudian mobil tadi keluar dari arae bandara, sayapun beranikan diri untuk memberhentikanya dengan cara mengangkat tangan saat mobil nendekati ke arahku, entah apa yang ditanyakan supir itu, namun saya langsung tanya " this is bus will going to Bandar seri begawan ?) pakai english dikit karena supirnya orang India, diapun bilang yes.
ada beberapa penumpang di dalam mobil yang saya naiki, dan ternyata ada beberapa yang berbahasa jawa, saya pun sempat melihat ke arah mereka dan satu dari mereka bertanya " arep endi mas ?" saya bilang Bandar, ternyata disini tak perlu pakai inggris, tadinya saya pikir ini mobil shuttle dan mereka adalah turis yang datang dari jauh karena tampilan luarnya seperti mobil shuttle.
tak ada kemcetan selama setengah  jam menempuh perjalanan adri bandara menuju pusat kota, saya turun di sekitar yang banyak orang berjalan, seperti biasa tempat makan adalah yang pertama saya tuju. Ternyata pusat kota disini tidak seramai yang saya kira sebelumnya, padahal ini adalah ibu kota negara.
pasar sekitar alun-alun
waterfront BSB

sayapun istirahat sambil pesan kopi, sambil minum kopi saya sedikit berbincang dengan pedagang setempat, dia menanyakan tujuan saya datang ke Brunei, awalnya saya dikira akan cari kerja, hehe mungkin karena muka capek, setelah selesai minum kopi saya langsung menuju hotel pusat belia,  dan ternyata hotelnya tutup, sayang sekali padahal ini adalah penginapan termurah di kota ini,  saya sempat dilema apa balik lagi aja ke airport dan tidur disana atau cari hitel yang harganya agak murah, tak mudah menemukan hotel yang harganya BND20 kebawah, rata-rata harga hotel disini BND 80 atau sekitar Rp.700 rb, wajar saja karena ini adalah ibu kota negara maju, kalau untuk orang kaya di sini itu harga termasuk murah, tapi kalau bagi orang seperti aku itu adalah harga yang fantastis. Saya pun berjalan ke arah waterfront sambil menanyakan kepada penduduk di sana tentang hotel yang murah namun tak banyak yang tau karena mungkin kota ini bukan tujuan wisata favorit, stelah muter-muter saya melihat papan harga pada sebuah bangunan disitu tertulis BND 15/malam untuk kamar yang paling murah yaitu type dorminotory, ketika saya masuk ternyata resepsionisnya ada di lantai 2. saya pesan yang paling murah petugasnayameminta paspor untuk mencatan id tamu, saya bayar 15 bnd utk satu malam saja, setelah dipersilahkan memasuki kamar ternyata kamarnya biasa-biasa aja tak ada fasilitas apapun colokan listrik saja saja cuman satu,padhal satu kamar diisi 5 ranjang, tak mengapa karena ada harga ada rupa.
Jadi buat kamu-kamu yang mau datang ke Brunei Darussalam sebaiknya bawa uang yang banyak apalagi kalau rencana tinggalnya sampai izin maksimal, karena ini adalah negeri yang kaya raya.