Jumat, 15 Juli 2016

Sulitnya mencari penginapan murah di Bandar Seri Begawan

Siapa pernah Ke Brunei ? aku juga pernah, Setelah mendarat di Lapang Terbang antar bangsa (bandara internasional ) Bandar Seri Begawan, saya berjalan ke bagian imigrasi, bandaranya tidak terlalu besar dan tidak seramai bandara yang ada di indonesia, hanya butuh lima menit jalan kaki dari pintu pesawat ke meja imigrasi, saya antri clear imigrasi sambil mengisi kartu kedatangan, , ada beberapa pertanyaan standard oleh petugas imigrasi sperti :


pera rute angkutan umum keitaran BSB
  1. apa tujuan amda datang ke Brunei ?
  2. berapa lamakah kamu  tinggal di Brunei ?
  3. dimanakah kamu tinggal selama di Brunei ?
  4. berapakah uang yang kamu bawa untuk biaya selama di Brunei ? dan sayapun menjawab dengan jujur, kecuali no 4 hehe
  • liburan
  • dua hari
  • pusat belia
  • BND 120 ( padahal aslinya cuma bawa B50)

serius sekali petugas di sini, kalau pun ada bagian kartu yang masih kosong harus kita isikan sendiri, hal ini berbeda sekali saat masuk negara sendiri Indonesia ataupun saat masuk singapura, kalaupun ada yang kurang lengkap petugas akan membatu mengisikan bagian yang kosong atau membetulkan penempatan yang salah, paling simpel masuk malaysia tak perlu kartu kedatangan, hanya ditanya tujuan saja..
sepinya sekitaran airport BSB


yups ternyata bisa juga saya masuk negara brunei, pada paspor tertera 14 days sosial visit only, kita warga Indonesia bisa libura ke brunei tanpa visa selama dua pekan.

keluar dari bandara saya sempat kaget, dimanakah ini? tak seperti bandara pada umumnya apalagi bandara Di Indonesia yang ramainya seperti pasar. hanya deretan mobil mewah yang banyak terlihat di parkiran, tak terlihat angkutan umum di sekitar bandara, jadi saya berjalan ke luar bandara bingung juga mau nanya tapi tak ada orang di sini.
setelah menunggu beberapa lama saya berjalan ke arah jalan raya sempat juga berteduh di bawah jembatan layang, kemudian saya melihat ada sejenis minibus yang masuk ke area bandara, tak lama kemudian mobil tadi keluar dari arae bandara, sayapun beranikan diri untuk memberhentikanya dengan cara mengangkat tangan saat mobil nendekati ke arahku, entah apa yang ditanyakan supir itu, namun saya langsung tanya " this is bus will going to Bandar seri begawan ?) pakai english dikit karena supirnya orang India, diapun bilang yes.
ada beberapa penumpang di dalam mobil yang saya naiki, dan ternyata ada beberapa yang berbahasa jawa, saya pun sempat melihat ke arah mereka dan satu dari mereka bertanya " arep endi mas ?" saya bilang Bandar, ternyata disini tak perlu pakai inggris, tadinya saya pikir ini mobil shuttle dan mereka adalah turis yang datang dari jauh karena tampilan luarnya seperti mobil shuttle.
tak ada kemcetan selama setengah  jam menempuh perjalanan adri bandara menuju pusat kota, saya turun di sekitar yang banyak orang berjalan, seperti biasa tempat makan adalah yang pertama saya tuju. Ternyata pusat kota disini tidak seramai yang saya kira sebelumnya, padahal ini adalah ibu kota negara.
pasar sekitar alun-alun
waterfront BSB

sayapun istirahat sambil pesan kopi, sambil minum kopi saya sedikit berbincang dengan pedagang setempat, dia menanyakan tujuan saya datang ke Brunei, awalnya saya dikira akan cari kerja, hehe mungkin karena muka capek, setelah selesai minum kopi saya langsung menuju hotel pusat belia,  dan ternyata hotelnya tutup, sayang sekali padahal ini adalah penginapan termurah di kota ini,  saya sempat dilema apa balik lagi aja ke airport dan tidur disana atau cari hitel yang harganya agak murah, tak mudah menemukan hotel yang harganya BND20 kebawah, rata-rata harga hotel disini BND 80 atau sekitar Rp.700 rb, wajar saja karena ini adalah ibu kota negara maju, kalau untuk orang kaya di sini itu harga termasuk murah, tapi kalau bagi orang seperti aku itu adalah harga yang fantastis. Saya pun berjalan ke arah waterfront sambil menanyakan kepada penduduk di sana tentang hotel yang murah namun tak banyak yang tau karena mungkin kota ini bukan tujuan wisata favorit, stelah muter-muter saya melihat papan harga pada sebuah bangunan disitu tertulis BND 15/malam untuk kamar yang paling murah yaitu type dorminotory, ketika saya masuk ternyata resepsionisnya ada di lantai 2. saya pesan yang paling murah petugasnayameminta paspor untuk mencatan id tamu, saya bayar 15 bnd utk satu malam saja, setelah dipersilahkan memasuki kamar ternyata kamarnya biasa-biasa aja tak ada fasilitas apapun colokan listrik saja saja cuman satu,padhal satu kamar diisi 5 ranjang, tak mengapa karena ada harga ada rupa.
Jadi buat kamu-kamu yang mau datang ke Brunei Darussalam sebaiknya bawa uang yang banyak apalagi kalau rencana tinggalnya sampai izin maksimal, karena ini adalah negeri yang kaya raya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar